![]() |
Ustadz Tanwir |
Salah satu
agenda penting yang dinantikan adalah rotasi dan mutasi pejabat struktural
dan fungsional sebagai bagian dari upaya membangun tim kerja yang solid
guna mewujudkan visi, misi, dan janji politik kepada rakyat.
Beberapa daerah
lain di Indonesia telah bergulir, bergerak cepat melakukan rotasi pejabat. Sebagai
contoh, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Senin, 24
Februari 2025, telah melantik 12 pejabat struktural baru.
Munculnya
berita yang telah beredar luas tentang pelantikan tersebut telah memantik
respon publik termasuk di Lombok Timur. Beberapa harapan dari berbagai elemen
masyarakat mulai memuncul.
Perdebatan dilakukannya
rotasi dan mutasi pejabat fungsional dan struktural di pemda Lombok Timur mulai
menarik perhatian publik, terutama kalangan pejabat. Muncul pertanyaan, kapan mutasi di Lombok Timur? Namun hal ini tentu menjadi
ranah kewenangan bupati.
Salah seorang
pegawai di Dinas Pendidikan Lombok Timur mengungkapkan, masih banyak jabatan
eselon 2, eselon 3, dan 4 yang kosong termasuk ratusan pejabat yang statusnya
masih pejabat pelaksana tugas (PLT) yang masa tugasnya akan berakhir maret 2025
ini.
“Kita berharap bupati
dan wakil bupati bisa mempercepat proses mutasi dan promosi jabatan, terutama
untuk mengisi kekosongan termasuk penetapan pejabat dijabatan yang saat ini
masih di jabat PLT,” ujarnya.
Hal ini penting
agar roda pemerintahan bisa berjalan maksimal dalam upaya membantu pimpinan
daerah merealisasikan program Lombok Timur SMART. Bila perlu jabatan-jabatan
strategis bisa ada pergeseran supaya pembantu bupati wakil bupati lebih fresh.
“Kita berharap
ada penyegaran dan kami sebagai ASN juga perlu ada promosi supaya pejabat
struktural di Pemda Lombok Timur tidak itu-itu saja dan berharap distribusi
jabatan bisa lebih terbuka dan adil,” harapnya.
Ia berharap jabatan
tersebut jangan dibagi-bagi di satu kelompok saja, pejabat berasal dari satu
wilayah saja. Pihaknya sangat berharap pemimpin baru ini, terwujudnya pola
pengaturan jabatan yang lebih transparan dan memperhatikan kualitas SDM serta
loyalitas.
Keinginan agar
pimpinan daerah yang baru agar secepatnya melakukan penyegaran pejabat ternyata
bukan hanya datang dari kalangan internal ASN saja akan tetapi beberapa tokoh
masyarakat Lombok Timur.
Tokoh
Masyarakat asal Masbagik, Ustadz Tanwir yang menyampaikan harapannya agar
bupati secepatnya melakukan penyegaran agar pejabatnya lebih fresh dan
pejabatnya yang ada bisa selaras dengan kebijakan bupati dan wakil bupati.
Apalagi saat ini,
kata dia, Iron-Edwin dihdapkan dengan ragam masalah sebagai warisan masa lalu
termasuk ekses dari program efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, tentu
akan ada banyak hambatan dan dinamika birokrasi yang muncul.
Karena itu,
pihaknya berharap pembantu bupati wakil bupati adalah person yang punya track
record yang bagus dan punya loyalitas yang tinggi, serta siap bekerja keras
membersamainya dalam ikhtiar merealisasikan janji politiknya.
“Kita sebagai
masyarakat wajar berharap agar bupati wakil bupati dibantu oleh mereka yang se-ide
dan memahami betul visi misi bupati. Bila perlu penentuan pejabat harus melalui
tes seleksi yang ketat agar terpilih SDM yang mumpuni.
Dengan demikian,
kata Ustadz Tanwir, program bupati dan wakil bupati bisa cepat dirasakan oleh
rakyat seperti program bantuan sembako, bantuan UMKM, bantuan guru ngaji serta
program-program pro rakyat lainnya.
Tanwir juga berharao
bupati harus cepat melakukan penyegaran. Di Sumatera Utara saja bisa, kenapa di
Lombok Timur tidak bisa. Pihaknya mendengar ada kesulitan melakukan penyegaran
pejabat karena program I-Mut yang dikendalikan BKN tapi kenapa di Sumut dan
daerah lain bisa.
“Sepertinya ada
kesan sulit dengan aturan bla bla. Kapan bupati wakil bupati bisa dapat dibantu
oleh SDM yang seirama kalau masih terhalang oleh sistem yang belum bisa kita
sebut final karena di beberapa daerah bisa dan tidak ada kesulitan.” ucapnya.
Ia mengaku jadi
curiga, kalau ada yang sengaja memunculkan rumor tentang sulitnya melakukan
mutasi agar status quo bisa tetap berlanjut dan seterusnya. Makanya bupati
wakil bupati harus cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan
lembaga terkait.
“Agar
penyegaran pejabat ASN bisa cepat dilakukan. Kita harapkan juga agar bupati dan
wakil bupati punya tim work yang andal,” harap Ustadz Tanwir.